Salah satunya yaitu ketika kita membicarakan antara istilah tanaman pangan dan hortikultura, dimana seringkali masih banyak orang yang menganggap keduanya itu merupakan istilah yang sama.
Padahal faktanya diantara keduanya memiliki karakteristik, tujuan, dan peran yang berbeda dalam kehidupan manusia?
Meski hasil panennya sama-sama bisa dikonsumsi atau dimanfaatkan, namun perbedaan mendasar antara keduanya perlu dipahami agar kita tidak salah kaprah dalam mengkategorikan jenis tanaman tertentu.
Definisi Tanaman Hortikultura dan Pangan
Tanaman hortikultura sendiri sebenarnya berasal dari kata Latin yaitu hortus yang berarti kebun dan cultura yang berarti budidaya.
Istilah ini seringkali merujuk pada tanaman yang dibudidayakan di kebun atau lahan terbatas dengan perawatan intensif.
Contohnya seperti jenis sayuran (bayam, wortel), buah-buahan (mangga, stroberi), tanaman hias (anggrek, mawar), serta tanaman obat (jahe, kunyit).
Sementara itu, tanaman pangan merupakan kelompok tanaman yang hasil utamanya digunakan sebagai sumber karbohidrat, protein, atau lemak untuk memenuhi kebutuhan energi harian manusia.
Tanaman ini biasanya dibudidayakan dalam skala luas dan menjadi komoditas utama pertanian. Contohnya yaitu padi, jagung, kedelai, gandum, dan ubi-ubian.
Perbedaan Berdasarkan Tujuan Budidaya
Salah satu pembeda utama antara tanaman hortikultura dan pangan terletak pada tujuan budidayanya.
Tanaman pangan umumnya dibudidayakan dengan fokus utama sebagai sumber makanan pokok.
Tujuannya pun sudah sangat jelas yaitu untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia akan kalori dan nutrisi harian. Karena itu, tanaman pangan seringkali menjadi prioritas dalam kebijakan ketahanan pangan suatu negara.
Di sisi lain, tanaman hortikultura lebih beragam tujuannya. Ada yang dibudidayakan untuk konsumsi (seperti sayur dan buah), untuk keindahan (tanaman hias), atau bahkan untuk kepentingan kesehatan (tanaman obat).
Bahkan dari beberapa jenis tanaman hortikultura seperti lavender atau rosemary bisa juga dimanfaatkan untuk kebutuhan industri seperti untuk kosmetik maupun sebagai bahan aromaterapi.
Karakteristik dan Jenis Tanaman
Dari segi karakteristik, tanaman pangan umumnya memiliki siklus hidup yang cenderung lebih panjang dan membutuhkan lahan yang sangat luas.
Contohnya saja seperti padi yang biasanya akan membutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan dari tanam hingga panen, dengan kebutuhan air yang tinggi.
Tanaman pangan juga cenderung lebih tahan banting terhadap perubahan cuaca karena menjadi tulang punggung pasokan makanan.
Sementara itu, untuk tanaman hortikultura umumnya memiliki variasi yang lebih tinggi.
Ada yang berumur pendek seperti selada yang berkisar antara 45 - 60 hari, atau bisa juga berupa tanaman hias yang bisa hidup bertahun-tahun.
Perawatannya pun tergolong lebih intensif, seperti perlunya pemupukan yang rutin, penyiraman secara teratur, hingga proses pemangkasan seperti pada tanaman hias.
Masa Panen dan Pengelolaan Pasca-Panen
Tanaman pangan seperti jagung atau kedelai biasanya dipanen sekali dalam satu musim, dengan hasil yang besar dalam sekali waktu panen.
Proses pasca-panennya pun lebih sederhana, seperti hanya proses pengeringan atau penyimpanan dalam gudang saja.
Tanaman hortikultura terutama sayur dan buah, seringkali dipanen secara bertahap.
Misalnya saja seperti cabai yang bisa dipetik beberapa kali dalam satu musim panen. Sehingga lebih memudahkan para petani dalam mengelolanya.
Namun meski terasa lebih fleksibel dalam panen, produk hortikultura juga cenderung lebih rentan rusak sehingga memerlukan penanganan khusus, seperti pendinginan atau pengemasan yang higienis untuk menjaga kesegarannya.
Nilai Ekonomi dan Pasar
Tanaman pangan memiliki pasar yang stabil karena permintaannya tinggi dan bersifat primer.
Harga cenderung diatur oleh pemerintah untuk menjaga keterjangkauan masyarakat.
Sementara itu, tanaman hortikultura seringkali memiliki nilai ekonomi lebih tinggi karena sifatnya yang lebih premium. Contohnya saja seperti harga buah impor atau tanaman hias langka yang terkadang bisa mencapai jutaan rupiah per potong.
Dampak Lingkungan
Budidaya tanaman pangan berskala besar seperti sawah padi, tentu dalam jangka panjang bisa mempengaruhi ekosistem melalui penggunaan pestisida atau alih fungsi lahan.
Di sisi lain, tanaman hortikultura yang dibudidayakan secara organik justru bisa mendukung konsep budidaya berkelanjutan yang lebih aman terhadap lingkungan, misalnya melalui sistem hidroponik atau vertikultur garden yang bisa menghemat air lebih baik.
Tags
Pertanian